Deltanewsroom | Sumbawa, 10 September 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai tradisi tahunan. Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk mewariskan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.
Pesan itu disampaikan Bupati Jarot saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Miftahul Jannah, Dusun Talangit, Desa Juranalas, Kamis malam (10/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.
Menurut H. Jarot, generasi muda perlu mengenal bukan hanya kisah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga perjuangan dan akhlak yang menjadi teladan dalam kehidupan. Nilai kesabaran, kegigihan, dan keteladanan Rasulullah dinilai relevan untuk membentuk karakter generasi penerus. “Peringatan Maulid Nabi ini bukan cuma perayaan rutin tahunan, tetapi momentum untuk kita mengajarkan dan menanamkan sejarah kepada anak-anak kita,” tegasnya.


Bupati menggambarkan perjalanan Rasulullah SAW sebagai perubahan besar dalam peradaban manusia. Dari kondisi masyarakat yang berada dalam masa kegelapan, perjuangan dan keteladanan Rasulullah membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih beradab.
Karena itu, menurutnya, mengenalkan sejarah perjuangan Nabi kepada anak-anak sejak dini merupakan bagian penting dari membangun generasi yang memiliki pegangan moral dan akhlak. “Pada tanggal 12 Rabiul Awal telah lahir sosok manusia luar biasa yang membawa dunia dari suasana gelap gulita menuju terang benderang,” ujarnya.
H. Jarot juga mengingatkan jamaah agar kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi diteruskan dalam amalan sehari-hari. Salah satunya dengan memperbanyak sholawat serta berupaya mencontoh sifat dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
Baginya, keteladanan akan memiliki makna ketika hadir dalam perilaku nyata—kejujuran, kesabaran, kepedulian, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Pesan serupa disampaikan Ustadz Musturuddin Jayadi, S.H.I., dalam hikmah Maulid. Ia mengingatkan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati hari kelahirannya, tetapi harus diwujudkan melalui penerapan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial menjadi bagian dari akhlak Rasulullah yang perlu dihidupkan di tengah masyarakat. Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kehidupan sosial yang harmonis dan penuh keberkahan.
Bupati Jarot berharap semangat tersebut terus ditanamkan dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat, sehingga generasi muda Sumbawa tumbuh tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan karakter dan akhlak yang kuat.(red)
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tim Redaksi