Sumbawa Masuk Proyek Strategis Nasional, Bupati Tinjau Lokasi Ground Breaking Integrated Poultry Industry Bernilai Triliunan Rupiah

Sumbawa Besar, 3 Januari 2026 — Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan posisinya dalam peta pembangunan nasional. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah, meninjau langsung lokasi rencana ground breaking Proyek Integrated Poultry Industry (Budidaya Unggas Terintegrasi) di lahan seluas 10 hektar yang berada di sekitar Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Serading, Sabtu (3/1/2026).

Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek strategis nasional yang menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu lokasi pengembangan industri unggas terintegrasi di Indonesia. Secara nasional, proyek ini ditetapkan di lima provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Proyek Integrated Poultry Industry tersebut direncanakan akan dilaunching dan dilakukan ground breaking secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam waktu dekat.

Khusus di Provinsi NTB, pengembangan Integrated Poultry Industry direncanakan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, empat unit berada di Kabupaten Sumbawa, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi di NTB. Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT Serading dan saat ini telah memasuki tahap kesiapan pelaksanaan ground breaking.

Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa kehadiran proyek ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan nilai tambah sektor peternakan, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Ini merupakan momentum penting bagi Kabupaten Sumbawa. Kita tidak hanya menjadi lokasi proyek, tetapi menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan dan peternakan,” ujar Bupati di sela-sela peninjauan.

Dengan konsep industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, proyek ini diharapkan mampu mendorong efisiensi produksi, menjamin stabilitas pasokan, serta meningkatkan daya saing industri unggas nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek ini, mulai dari aspek perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah, agar proyek dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan masuknya Kabupaten Sumbawa dalam proyek strategis nasional Integrated Poultry Industry, Sumbawa diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur.