Wabup Ansori Perkuat Penanganan Stunting di Moyo Utara

Deltanewsroom | Sumbawa, 29 September 2026 – Penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa diminta bergerak lebih dekat ke masyarakat. Data harus dibaca, wilayah prioritas harus ditentukan, dan intervensi harus diberikan sesuai kondisi yang benar-benar ditemukan di lapangan. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori saat membuka sekaligus meninjau kegiatan Peds Consultation Day (PCD) Generasi Maju Stunting (GMBS) di Puskesmas Moyo Utara, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Wabup H. Ansori mengapresiasi tenaga kesehatan, dokter, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai persoalan stunting membutuhkan kerja bersama karena menyangkut kesehatan, kondisi keluarga, pola hidup, hingga lingkungan masyarakat.

Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui rapat ataupun perencanaan administratif. Pemerintah harus hadir untuk melihat persoalan secara langsung, memastikan data yang dimiliki sesuai dengan kondisi masyarakat, kemudian menentukan bentuk penanganan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Bagi Wabup, pendekatan tersebut penting agar upaya penanganan tidak berhenti pada angka, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Moyo Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam langkah tersebut. Wabup mengajak pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci karena stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Setiap unsur memiliki peran untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan berjalan secara terintegrasi.

Perhatian juga diarahkan pada aspek pencegahan. Wabup menekankan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan makanan dan gizi, tetapi juga berhubungan dengan pengetahuan dan kebiasaan hidup keluarga. Karena itu, edukasi dinilai perlu dimulai jauh sebelum anak lahir, bahkan sejak sebelum pernikahan. Pemahaman tentang kesehatan kemudian perlu diperkuat selama masa kehamilan hingga setelah anak dilahirkan.

Dalam rangkaian upaya tersebut, Posyandu dinilai memiliki posisi penting sebagai ruang yang dekat dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi kesehatan sekaligus memantau kondisi keluarga dan anak. Soal dukungan anggaran, Wabup menegaskan bahwa keterbatasan pembiayaan tidak boleh menjadi alasan untuk menunda program yang berkaitan dengan kesehatan dan masa depan generasi Sumbawa. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap program penanganan stunting yang dinilai penting.

Wabup berharap kegiatan pemeriksaan dan tata laksana stunting yang dilakukan di Moyo Utara dapat diperluas ke kecamatan lain yang membutuhkan perhatian. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan dilakukan secara berkelanjutan, penanganan stunting diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, persoalan stunting pada akhirnya bukan hanya tentang menurunkan sebuah angka. Yang lebih penting adalah memastikan setiap keluarga memiliki pengetahuan, akses, dan dukungan yang cukup agar anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.(red)

Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Instagram Prokopim Kabupaten Sumbawa