Deltanewsroom | Sumbawa, 8 September 2026 – Potensi pangan lokal Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, mulai diarahkan untuk tidak sekadar menjadi produk rumahan, tetapi berkembang menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing lebih luas. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong poteng khas Pernek naik kelas hingga mampu menjadi oleh-oleh khas Sumbawa yang dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat membuka Pasar Potengan dalam rangka Hari Lahir ke-67 Desa Pernek, Selasa (8/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wabup bersama Ketua GOW Kabupaten Sumbawa dan jajaran pemerintah daerah turut mengunjungi sejumlah stan UMKM yang memasarkan produk masyarakat.
Menurut Wabup Ansori, Desa Pernek memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal. Selain sektor pertanian dan lingkungan yang masih terjaga, desa tersebut memiliki poteng sebagai produk pangan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi identitas ekonomi desa. “Desa Pernek adalah desa yang selangkah lebih maju. Pertaniannya bagus, pohon-pohonnya masih rindang sehingga menjadi sumber air, dan punya keunggulan poteng. Kita ingin poteng ini bisa menjadi oleh-oleh khas Sumbawa, bahkan nasional dan internasional,” ujar Wabup.


Dorongan tersebut tidak berhenti pada pengembangan produk semata. Pemkab Sumbawa melihat poteng sebagai pintu masuk untuk memperkuat aktivitas UMKM sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat desa. Karena itu, produk lokal perlu dikembangkan secara lebih serius agar memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas. “Bagaimana poteng ini bisa menjadi industri dan oleh-oleh khas Sumbawa yang dikenal hingga nasional dan internasional,” tegasnya.
Semangat pengembangan ekonomi lokal juga terlihat dalam pelaksanaan Pasar Potengan. Kepala Desa Pernek, Abdul Majid, S.AP., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir ke-67 Desa Pernek yang puncaknya akan digelar pada 13 September 2026 melalui tradisi Sedekah Lawang Agung.
Pasar Potengan sekaligus menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka secara langsung kepada masyarakat. Dari pelaksanaan pasar tersebut, perputaran uang tercatat sekitar Rp18 juta, menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tumbuh dari kegiatan berbasis potensi desa.
Bagi Pemkab Sumbawa, geliat seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi desa dari kekuatan yang dimiliki masyarakat sendiri. Produk lokal yang semakin dikenal diharapkan dapat membuka ruang usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.
Wabup Ansori juga berharap momentum Hari Lahir Desa Pernek tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para tokoh desa sekaligus memperkuat semangat masyarakat dalam melanjutkan pembangunan. “Selamat Hari Ulang Tahun ke-67 Desa Pernek, semoga semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.(red)
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Instagram Prokopim Kabupaten Sumbawa