Festival Pesona MU 3 Ditutup, Bupati Jarot: Event Budaya Harus Makin Siap Sambut JKPI 2028

Deltanewsroom | Sumbawa, 1 September 2026 – Menyongsong Sumbawa sebagai tuan rumah Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028, pengembangan berbagai event budaya di daerah mulai diarahkan untuk tampil lebih kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi etalase kekayaan Sumbawa.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat menutup Festival Pesona Moyo Utara (MU) 3 di halaman Kantor Camat Moyo Utara, Selasa (1/9/2026). Festival yang berlangsung sejak 29 Agustus itu menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari trabas hingga berbagai lomba seni tradisional Sumbawa.

Bupati H. Jarot mengapresiasi panitia, peserta, serta masyarakat Moyo Utara yang telah ikut menyukseskan kegiatan. Menurutnya, event seperti Festival Pesona MU memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan, terutama dengan mengangkat lebih banyak kekayaan budaya yang dimiliki Sumbawa. “Ke depan kita harapkan event seperti ini bisa dikolaborasikan dengan kegiatan lainnya, dipersiapkan lebih matang dan dibuat lebih semarak, khususnya dengan mengangkat berbagai event budaya yang kita miliki,” ujar Bupati.

Menurut H. Jarot, semangat tersebut menjadi semakin relevan dengan ditetapkannya Sumbawa sebagai tuan rumah Rakernas JKPI 2028. Berbagai tradisi, seni, sejarah, dan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari wajah Sumbawa ketika daerah ini menerima kedatangan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, event budaya di tingkat kecamatan dan desa tidak hanya dipandang sebagai agenda tahunan. Jika dikembangkan secara konsisten dan dikemas lebih profesional, berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem promosi budaya dan pariwisata daerah.

Festival Pesona MU 3 menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat dihadirkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ke depan, kolaborasi antarevent diharapkan mampu menciptakan rangkaian kegiatan yang lebih semarak sekaligus memperluas ruang bagi seni, tradisi, komunitas, pelaku UMKM, dan potensi wisata lokal untuk tampil.

Di tengah persiapan menuju JKPI 2028, penguatan event budaya tersebut menjadi penting agar Sumbawa tidak hanya siap sebagai tuan rumah secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menunjukkan identitas dan kekayaan daerah kepada para tamu dari berbagai penjuru Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati H. Jarot juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terlebih di tengah musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta tidak membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran. “Kebakaran begitu mudah terjadi di musim kemarau. Karena itu, mari kita sama-sama waspada dan menjaga lingkungan agar terhindar dari musibah kebakaran,” pesannya.

Dengan semakin banyaknya event budaya yang dikembangkan dari tingkat lokal, Sumbawa diharapkan memiliki semakin banyak ruang untuk memperkenalkan identitas daerah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan membangun citra Sumbawa sebagai daerah yang kaya budaya dan siap menyambut JKPI 2028.(red)

Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tim Editor