Deltanewsroom | Sumbawa, 1 September 2026 – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Yaqin, Lingkungan Raberas, Kelurahan Seketeng, Selasa (1/9/2026), menjadi ruang bagi Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., untuk mengajak masyarakat tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan masyarakat yang menghadiri peringatan tersebut, Bupati H. Jarot menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW seharusnya tercermin melalui perilaku nyata, terutama dalam menjaga kejujuran, kepedulian terhadap sesama, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Menurutnya, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi pengingat agar akhlak Rasulullah SAW terus diterapkan dalam kehidupan, baik dalam hubungan antarsesama maupun dalam menjaga lingkungan tempat tinggal.


Antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan bulan Maulid melalui kegiatan sholawatan, menurut Bupati, juga menunjukkan kuatnya kecintaan umat kepada Rasulullah SAW. Namun, kecintaan tersebut akan semakin bermakna apabila diwujudkan melalui sikap dan tindakan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pesan tentang kepedulian itu kemudian diarahkan Bupati pada persoalan yang belakangan perlu menjadi perhatian bersama, yakni potensi terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman.
Bupati H. Jarot meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api yang dapat memicu kebakaran. Ia mengingatkan warga untuk memastikan kompor dan peralatan yang berpotensi menimbulkan api telah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
Tidak hanya di rumah, kewaspadaan juga perlu dilakukan saat membuang puntung rokok, terutama agar tidak dibuang sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran. “Kalau meninggalkan rumah, hati-hati kompornya. Bapak-bapak kalau yang merokok, hati-hati puntung rokoknya, baik di rumah maupun di jalan-jalan,” tegasnya.
Bupati menegaskan, pencegahan kebakaran bukan semata tugas pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran. Keselamatan lingkungan sangat bergantung pada kepedulian setiap warga dalam mengenali dan mencegah potensi bahaya sejak dini.
Pesan tersebut sekaligus memperluas makna peringatan Maulid Nabi. Meneladani Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ibadah dan kecintaan secara personal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap keselamatan, ketertiban, dan kehidupan bersama.
Dengan semangat tersebut, peringatan Maulid di Masjid Nurul Yaqin diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi meninggalkan nilai yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari membangun akhlak, memperkuat kepedulian sosial, hingga bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman.(red)
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tim Editor