Deltanewsroom | Sumbawa, 27 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat. Salah satu langkah yang didorong adalah Gerakan Keluarga Asuh Cegah Stunting (GENTING) agar tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama hingga tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumbawa sekaligus Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri Sosialisasi dan Koordinasi GENTING Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Aula Kantor Bapperida Sumbawa, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Tim TP3S Kabupaten Sumbawa, mitra pemerintah daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Pertemuan menjadi bagian dari penguatan sinergi dalam memastikan upaya pencegahan stunting tidak berhenti pada koordinasi, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dapat dipantau hasilnya.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si., Apt., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa stunting masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting Kabupaten Sumbawa pada 2024 tercatat sebesar 29,8 persen, meningkat dibandingkan 2023 yang berada pada angka 24,7 persen.
Melalui GENTING, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat untuk memberikan dukungan nutrisi maupun nonnutrisi kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Sumbawa menuju Indonesia Emas 2045. program revitalisasi sekolah. Sementara pembangunan Batalyon Marinir dan proyek hilirisasi unggas terintegrasi masih dalam tahap persiapan.


Wabup Ansori mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam program tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa banyaknya pihak yang terlibat harus diikuti dengan pembagian peran, pemantauan, serta evaluasi yang jelas agar pelaksanaan GENTING benar-benar memberikan dampak terhadap penurunan angka stunting. “Jangan hanya koordinasi-koordinasi saja, tetapi harus ada progres. Karena yang terlibat banyak, harus ada OPD yang memantau progresnya dan melaporkan hasilnya kepada pimpinan,” tegas Ansori.
Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Keluarga, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, serta berbagai unsur masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Karena itu, Ansori mendorong agar gerakan tersebut diperkuat hingga tingkat desa. Ia bahkan mengusulkan adanya kompetisi antardesa sebagai bentuk motivasi sekaligus mendorong setiap wilayah untuk berlomba menunjukkan capaian terbaik dalam menurunkan angka stunting. “Untuk hadiah ulang tahun Sumbawa tahun depan, kami ingin kado berupa angka stunting yang turun. Kalau perlu, bisa dibuat perlombaan tingkat desa,” ungkapnya.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumbawa untuk menjadikan penurunan stunting sebagai target bersama yang dapat diukur dari waktu ke waktu. Dengan adanya monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, pemerintah daerah berharap setiap program yang dijalankan dapat diketahui perkembangannya sekaligus segera diperbaiki apabila belum memberikan hasil optimal.
Pemkab Sumbawa menilai keberhasilan penurunan stunting membutuhkan konsistensi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui GENTING yang diperkuat hingga tingkat desa, pemerintah berharap kepedulian terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga semakin meningkat, sehingga anak-anak Sumbawa dapat tumbuh sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.(red)
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Instagram Prokopim Kabupaten Sumbawa