Sastrawan Senior Sumbawa Dinullah Rayes Wafat, Bupati Jarot Sampaikan Duka Mendalam

Deltanewsroom | Sumbawa, 1 Mei 2026 – Dunia sastra dan kebudayaan di Kabupaten Sumbawa berduka. Sastrawan dan budayawan senior, Dinullah Rayes, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini (1/5/2026). Kepergian tokoh yang dikenal luas sebagai penyair religius dan penjaga nilai budaya Tau Samawa tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan pegiat seni di daerah maupun tingkat nasional.

Kabar wafatnya sosok yang akrab disapa Din Rayes ini cepat menyebar melalui berbagai unggahan di media sosial, disertai ungkapan belasungkawa dari kalangan sastrawan, akademisi, hingga masyarakat umum yang mengenal dedikasi panjang almarhum dalam dunia kesusastraan.

Semasa hidupnya, Dinullah Rayes dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan sastra di Nusa Tenggara Barat. Ia telah aktif menulis sejak tahun 1950-an dan menghasilkan puluhan karya sastra, mulai dari puisi, cerpen, hingga esai budaya yang dipublikasikan di berbagai media nasional dan internasional.
Tak hanya produktif, ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia sastra, bahkan rela berkorban secara pribadi demi mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan dan memperluas jejaring kesenian.

Selain sebagai sastrawan, almarhum juga pernah mengabdikan diri sebagai guru, serta menjabat di bidang kebudayaan di Kabupaten Sumbawa. Ia bahkan dipercaya memimpin Dewan Kesenian Sumbawa dan terlibat aktif dalam pelestarian adat melalui Lembaga Adat Tana Samawa.

Karya-karya puisi Dinullah Rayes dikenal memiliki kekhasan tersendiri, dengan nuansa religius yang kuat, refleksi kehidupan, serta kedekatan dengan alam dan nilai-nilai spiritual. Bahkan, sebagian karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, menunjukkan pengakuan terhadap kualitas sastra yang dimilikinya.

Menanggapi kabar duka tersebut, Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia menilai Dinullah Rayes sebagai sosok yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga identitas budaya dan memperkaya khazanah sastra daerah.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi Sumbawa. Almarhum bukan hanya sastrawan, tetapi juga penjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan kepada generasi muda,” ungkap Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus mendorong pelestarian karya dan pemikiran almarhum sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Menurutnya, semangat dan dedikasi Dinullah Rayes dalam berkarya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai budaya dan literasi.

“Warisan pemikiran dan karya beliau harus terus hidup. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan nilai-nilai yang telah beliau perjuangkan,” tambahnya.

Kepergian Dinullah Rayes tidak hanya meninggalkan jejak dalam dunia sastra, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga budaya sebagai identitas daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan akan terus menguatkan ruang-ruang kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis: Fenna Aksara
Editor: Randi Pratama Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *