Deltanewsroom | Sumbawa, 14 Juni 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri kegiatan Istighosah dan Dzikir Akhir Tahun 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh BAJIWA (Bakerik Ling Pamuji Gama Samawa) di Masjid Nurul Huda, Sumbawa, Minggu (14/06/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wabup Ansori hadir didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa bersama tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Ansori menyampaikan apresiasi kepada Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, istighosah dan dzikir bersama bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian penting dari syiar Islam dan sarana memperkuat hubungan spiritual masyarakat dengan Allah SWT.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ruang untuk bermunajat dan berdzikir kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan nilai-nilai religius di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Wabup Ansori.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan diperluas pelaksanaannya hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Keberadaan BKMT di setiap wilayah, menurutnya, merupakan potensi besar dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Saya berharap kegiatan istighosah dan dzikir seperti ini dapat menjadi agenda yang berkelanjutan dan dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Dengan demikian, semangat kebersamaan, ketenangan batin, dan nilai-nilai keagamaan akan semakin tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Ansori juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan sekaligus menjaga dan merawat kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Sumbawa. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seimbang dengan pembangunan spiritual.
“Pembangunan yang kita cita-citakan adalah pembangunan yang seimbang, antara kemajuan ekonomi dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan pondasi religius yang kuat, insya Allah kita dapat mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Kegiatan Istighosah dan Dzikir Akhir Tahun 1447 Hijriah berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Selain menjadi sarana introspeksi dan doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sumbawa (red).
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Instagram Mohamad Ansori