Kunjungan Menteri KKP di Pulau Bungin, Bupati Jarot Usulkan Lima Desa Sumbawa Masuk Program Kampung Nelayan 2026

Deltanewsroom | Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, ke Pulau Bungin, Jumat (27/02/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sumbawa, khususnya melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyebut kehadiran Menteri sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat pesisir Sumbawa. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Pulau Bungin telah memperoleh program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang membawa dampak signifikan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, khususnya masyarakat Bungin dan Sumbawa, dikunjungi langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Alhamdulillah, pada tahun 2025 kita mendapat kesempatan dibangun Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Bupati.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik seperti dermaga dan penataan kawasan, tetapi juga bantuan sarana pendukung, termasuk mesin pendingin ikan yang membantu menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan. Kawasan yang sebelumnya sederhana kini tampil lebih tertata dan menjadi ruang aktivitas ekonomi sekaligus kunjungan masyarakat.

Bupati Jarot mengingatkan warga Pulau Bungin agar menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengusulkan lima desa di Kabupaten Sumbawa untuk ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2026, yakni Desa Teluk Santong (Kecamatan Plampang), Desa Buer (Kecamatan Buer), Desa Labuhan Jambu (Kecamatan Tarano), Desa Labuhan Kuris (Kecamatan Lape), dan Desa Gapit (Kecamatan Empang). Selain itu, masih terdapat lima desa lain yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui program serupa.

“Sumbawa memiliki potensi tambak, laut, hingga produksi garam yang cukup besar. Karena itu kami mohon dukungan dan arahan Pak Menteri agar pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah kami terus dibantu dan diperkuat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Bungin, M. Jaelani, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri kali ini merupakan yang kedua ke wilayah tersebut. Ia berharap perhatian pemerintah pusat terus berlanjut agar kesejahteraan masyarakat nelayan semakin meningkat.

Dalam peninjauan lapangan, Menteri Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung mesin pendingin ikan bantuan kementerian dan berdialog dengan para nelayan. Ia menegaskan pentingnya fasilitas tersebut untuk menjaga mutu hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Pemerintah pusat, kata dia, berkomitmen memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui dukungan kapal nelayan, pengembangan kampung budidaya lobster dan mutiara, serta bantuan 1.000 keramba untuk masyarakat Bungin pada tahun 2026.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pengungkit percepatan pengembangan Pulau Bungin sebagai sentra perikanan tangkap dan budidaya unggulan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (Delta)