Deltanewsroom | Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengintensifkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan tenaga kerja yang berkelanjutan. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan jumlah peserta pelatihan dari 96 orang pada tahun 2025 menjadi 101 orang pada tahun 2026.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Badan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, S.ST., M.M. Ia menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis dan kompetensi kerja berbasis kebutuhan pasar, termasuk sektor jasa, industri kecil, serta kewirausahaan produktif.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta, tetapi pada kualitas dan relevansi pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja. Kurikulumnya disesuaikan dengan potensi ekonomi daerah serta peluang kerja yang tersedia,” ujar Dwi.
Secara nasional, isu mismatch antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran terbuka didominasi lulusan pendidikan menengah ke bawah, yang umumnya belum memiliki keterampilan teknis spesifik. Dalam konteks daerah, penguatan pelatihan vokasional menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran.
Bupati Sumbawa menegaskan bahwa investasi terbesar pemerintah daerah bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada pembangunan manusia.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan jalan dan gedung. Pembangunan SDM adalah fondasi utama. Tenaga kerja Sumbawa harus terampil, adaptif, dan memiliki mental produktif agar mampu bersaing di pasar kerja regional maupun nasional,” tegas Bupati.


Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan program agar pelatihan tidak bersifat temporer. Menurutnya, pelatihan harus diikuti dengan pendampingan, sertifikasi kompetensi, serta fasilitasi akses kerja maupun akses permodalan bagi yang memilih jalur wirausaha.
Dalam evaluasi internal pemerintah daerah, peningkatan jumlah peserta dari 96 orang pada 2025 menjadi 101 orang pada 2026 dinilai sebagai indikator konsistensi kebijakan, meskipun tantangan masih ada pada aspek perluasan cakupan dan monitoring pasca-pelatihan.
Dwi Rahayu Ratih Wulandari menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja berbasis data agar program pelatihan lebih terarah. “Kami melakukan sinkronisasi dengan perangkat daerah teknis serta melihat tren kebutuhan sektor usaha di Sumbawa. Tujuannya agar peserta pelatihan benar-benar memiliki peluang kerja atau usaha setelah menyelesaikan program,” jelasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja baru. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan terbentuknya tenaga kerja yang mandiri, profesional, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.
Capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (Delta)