Bupati Jarot: Jangan Sampai Jalan Menghambat Masyarakat Menikmati Listrik

Deltanewsroom | Sumbawa, 23 September 2026 -Upaya memperluas akses listrik hingga wilayah terpencil di Kabupaten Sumbawa mulai dipacu. Pemerintah Kabupaten Sumbawa meminta seluruh perangkat daerah bergerak mendukung Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026 agar persoalan akses jalan tidak menjadi penghambat masuknya jaringan listrik ke masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dalam rapat koordinasi percepatan dukungan akses jalan bersama PT PLN (Persero) UP2K NTB di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/9/2026).

Bagi Bupati Jarot, perluasan jaringan listrik bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari upaya memastikan masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati salah satu kebutuhan dasar. Karena itu, kendala geografis dan akses menuju lokasi pembangunan harus segera direspons agar pekerjaan PLN dapat berjalan sesuai tahapan. “Saya perintahkan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan mendukung program ini. Ikuti irama program dari PLN, jangan sampai persoalan akses jalan menjadi penghambat masyarakat kita dalam menikmati hak dasar berupa energi listrik,” tegas Bupati.

Program Lisdes APBN 2026 di Kabupaten Sumbawa direncanakan mencakup pembangunan 42,90 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 12,02 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta pemasangan transformator dengan kapasitas 850 kVA. Infrastruktur tersebut ditargetkan dapat melayani 426 calon pelanggan di sejumlah wilayah yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal.

Namun, tantangan geografis masih menjadi pekerjaan yang perlu ditangani bersama. PLN menyampaikan sejumlah titik di Kecamatan Batu Lanteh membutuhkan dukungan pembukaan maupun perbaikan akses jalan untuk menunjang mobilisasi material dan pelaksanaan pembangunan jaringan.

Beberapa lokasi tersebut berada di Dusun Musuk dan Dusun Tangkam Pulit, Desa Tangkam Pulit; Dusun Batu Rotok, Desa Batu Rotok; Dusun Baodesa, Desa Baodesa; Dusun Baktijaya, Desa Mungkin; serta Dusun Maremega, Desa Marente.

Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Bupati meminta perangkat daerah terkait segera mengambil langkah di lapangan, termasuk mengerahkan alat berat pada titik-titik yang menjadi hambatan akses. Dukungan tersebut diharapkan bergerak mengikuti tahapan pekerjaan PLN sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pembangunan jaringan.

Sementara itu, pelaksanaan program Lisdes di wilayah Pusu dan Tepal dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Secara keseluruhan, penyalaan listrik di sejumlah wilayah sasaran ditargetkan dapat dilakukan pada awal Januari 2027.

Bupati Jarot mengapresiasi komitmen PLN yang terus memperluas pelayanan hingga wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki tantangan lebih besar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat.

Jika seluruh dukungan dapat berjalan sesuai tahapan, penyalaan listrik di kawasan terpencil tersebut diharapkan menjadi salah satu kado istimewa bagi masyarakat dalam menyambut HUT Kabupaten Sumbawa ke-68.

Bagi Pemkab Sumbawa, hadirnya listrik hingga pelosok bukan hanya tentang tersambungnya jaringan, tetapi membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan dan kehidupan sosial. Karena itu, setiap hambatan yang dapat memperlambat masuknya listrik akan terus didorong untuk segera diselesaikan.(red)

Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tim Redaksi