Rawat Kerukunan, Wabup Ansori Ajak Warga Jaga Sumbawa Tetap Kondusif

Deltanewsroom | Sumbawa, 13 September 2026 – Keberagaman masyarakat yang hidup di Tana Samawa dinilai bukan sekadar bagian dari realitas sosial, tetapi juga menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk merawat kerukunan dan menjadikan perbedaan sebagai energi bersama dalam membangun Kabupaten Sumbawa.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Baburrahman, Kelurahan Lempeh, Minggu (13/9/2026).

Menurut Wabup Ansori, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai agenda keagamaan tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, serta menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai semangat persaudaraan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi semakin penting di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang etnis dan budaya yang beragam.

Kehadiran para ketua perkumpulan dari berbagai lintas etnis dalam peringatan Maulid tersebut, kata Ansori, menunjukkan bahwa perbedaan tidak menghalangi masyarakat untuk membangun kebersamaan. Justru, keberagaman dapat menjadi modal sosial yang memperkuat persatuan apabila dirawat dengan sikap saling menghormati dan menghargai. “Mari kita jaga selalu kerukunan dan kebersamaan. Walaupun kita berasal dari etnis yang berbeda, sejatinya kita semua adalah Tau Samawa. Siapa lagi yang menjaga kondusivitas daerah kita kalau bukan kita sendiri,” ujar H. Ansori.

Ia menegaskan, kondisi daerah yang aman dan kondusif tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan lingkungan sosial yang nyaman, damai, dan harmonis.

Menurutnya, menjaga keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati perbedaan, menjaga komunikasi antarsesama, memperkuat toleransi, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan.

Wabup juga mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga kerukunan tersebut. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan wajah kehidupan sosial Sumbawa di masa mendatang. Karena itu, nilai persaudaraan dan toleransi perlu terus ditanamkan agar keberagaman yang ada menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Dalam konteks pembangunan daerah, Ansori menilai stabilitas sosial merupakan fondasi penting. Pembangunan akan lebih mudah dilakukan ketika masyarakat hidup dalam suasana yang aman, saling percaya, dan memiliki semangat kebersamaan.

Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memperkuat kembali komitmen seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan di Tana Samawa. Semangat keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya hadir dalam peringatan, tetapi diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kerukunan yang terus terjaga, keberagaman etnis dan budaya di Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin menjadi kekuatan sosial untuk menciptakan daerah yang aman, damai, kondusif, sekaligus mendukung terwujudnya Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.(red)

Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Instagram Prokopim Kabupaten Sumbawa