HUT ke-81 PMI Sumbawa, Bupati Jarot Dorong Semangat Kemanusiaan Terus Tumbuh

Deltanewsroom | Sumbawa, 26 September 2026 – Donor darah bukan sekadar aksi sosial, tetapi bentuk nyata kepedulian yang dapat menjadi penentu keselamatan seseorang. Pesan itu disampaikan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. saat memberikan apresiasi kepada para pendonor sukarela dan mitra kemanusiaan dalam Malam Anugerah HUT ke-81 PMI Kabupaten Sumbawa, Sabtu malam (26/9/2026), di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Bupati Jarot memberikan penghargaan kepada para pendonor, mitra donor darah, serta insan kemanusiaan yang selama ini mendukung pelayanan PMI di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, kepedulian para pendonor memiliki arti besar karena darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan.

“Setetes darah yang kita berikan mungkin kita tidak pernah tahu akan sampai kepada siapa. Tetapi bagi orang yang sedang membutuhkan, darah itu bisa menjadi jalan keselamatan,” ujar Bupati.

H. Jarot juga mengapresiasi para pendonor yang telah menjadikan donor darah sebagai bagian dari kebiasaan untuk membantu sesama. Pada malam penghargaan tersebut, sejumlah pendonor menerima apresiasi atas konsistensi mereka, mulai dari 50 kali, 75 kali hingga 100 kali donor.

Salah satunya Nasrullah, S.H., yang tercatat telah melakukan donor darah sebanyak 106 kali dan menerima penghargaan berupa mesin cuci.

Bagi Bupati, capaian tersebut bukan hanya menunjukkan konsistensi individu, tetapi juga menggambarkan bagaimana semangat kemanusiaan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama. Karena itu, penghargaan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, melainkan mendorong lebih banyak masyarakat mengikuti langkah para pendonor sukarela. “Jangan menunggu keluarga kita membutuhkan darah baru kita peduli. Mari kita biasakan donor darah, karena kita tidak pernah tahu kapan darah kita akan menjadi harapan bagi orang lain,” pungkasnya.

Dorongan tersebut menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan darah di Kabupaten Sumbawa. Ketua PMI Kabupaten Sumbawa Andi Rusni, S.E., M.M. menyampaikan bahwa pada 2024 terdapat sekitar 10.000 permintaan darah dengan pemenuhan sekitar 8.000 kantong. Jumlah permintaan kemudian meningkat pada 2025 menjadi sekitar 11.000, sementara pemenuhan mencapai sekitar 8.200 kantong. “Siang malam kita terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat kita,” kata Andi Rusni.

Dalam beberapa tahun terakhir, PMI Kabupaten Sumbawa juga telah memproduksi lebih dari 8.000 kantong darah, menjangkau lebih dari 100 desa, serta menyalurkan hampir 2 juta liter air bersih kepada masyarakat. Rangkaian HUT ke-81 PMI tahun ini turut diisi dengan berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti khitanan massal bagi 106 anak, lomba PBB variasi dan kemah bakti.

Dukungan terhadap pelayanan donor darah juga datang dari berbagai mitra. Pada periode Oktober 2025 hingga Agustus 2026, PT Amman Mineral Nusa Tenggara menjadi salah satu mitra dengan kontribusi terbesar, yakni 1.026 pendonor. Sejumlah instansi dan lembaga lainnya turut menerima penghargaan atas partisipasi mereka dalam mendukung ketersediaan darah di Sumbawa.

Di tingkat kecamatan, PMI Kecamatan Alas tercatat sebagai PMI kecamatan aktif dengan jumlah pendonor terbanyak sebanyak 225 orang, disusul Kecamatan Empang 190 orang, Tarano 180 orang, Utan 102 orang dan Alas Barat 55 orang.

Malam Anugerah HUT ke-81 PMI Kabupaten Sumbawa tersebut dihadiri Sekda Sumbawa, unsur Forkopimda, Ketua PMI Kabupaten Sumbawa, perwakilan dunia usaha dan perbankan, pimpinan perangkat daerah, pengurus PMI, pimpinan PMI kecamatan, kepala sekolah, lurah, kepala desa, serta berbagai unsur masyarakat.

Bupati Jarot berharap semangat yang ditunjukkan para pendonor dan mitra PMI terus menyebar di tengah masyarakat. Sebab, kebutuhan darah tidak mengenal waktu, sementara keselamatan seseorang dapat bergantung pada ketersediaan darah ketika dibutuhkan.

Dari para pendonor yang telah puluhan hingga lebih dari seratus kali memberikan darahnya, Bupati mengajak masyarakat Sumbawa melihat donor darah sebagai kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar: membantu sesama bahkan sebelum kita tahu siapa yang akan menerimanya.(red)

Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tim Redaksi