Rawat Kerukunan, Wabup Ansori Ajak Warga Lintas Etnis Bangun Sumbawa Bersama

Deltanewsroom | Sumbawa, 12 September 2026 – Keberagaman etnis yang hidup berdampingan di Kabupaten Sumbawa dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Rukun Warga Jawa, Kelurahan Brang Biji, Sabtu (12/9/2026).

Kehadiran para ketua perkumpulan dan perwakilan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran eratnya persaudaraan yang terbangun di tengah masyarakat Tana Samawa. Bagi Wabup Ansori, keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial untuk bersama-sama menjaga daerah.

“Mari kita jaga selalu kerukunan dan kebersamaan. Walaupun kita berasal dari etnis yang berbeda, sejatinya kita semua adalah Tau Samawa. Siapa lagi yang menjaga kondusivitas daerah kita kalau bukan kita sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan pesan yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi momentum meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, Maulid juga dapat menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan membangun kepedulian antarsesama.

Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan kehidupan sosial yang rukun sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Perbedaan latar belakang, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Nilai tersebut dinilai relevan dalam membangun kehidupan yang saling menghargai, terutama di tengah masyarakat Sumbawa yang terdiri dari berbagai latar belakang.

Selain menjaga kerukunan, Wabup Ansori menaruh perhatian pada masa depan generasi muda. Ia mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, khususnya narkoba dan judi online.

Menurutnya, menjaga generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi merupakan tugas bersama seluruh lingkungan sosial. Pengawasan, pendampingan, serta penyediaan ruang kegiatan yang positif perlu diperkuat agar anak-anak dan remaja memiliki lingkungan tumbuh yang sehat.

Sementara itu, hikmah Maulid yang disampaikan Dea Guru Slamet Riyadi mengajak jamaah menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan tuntunan beliau. Keteladanan Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan dan peringatan tahunan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Peringatan Maulid di Gedung Rukun Warga Jawa tersebut pun menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas etnis sekaligus meneguhkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan. Dari kebersamaan itulah, pembangunan daerah diharapkan dapat terus bergerak dengan dukungan seluruh masyarakat Sumbawa.(red)

Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Instagram Prokopim Kabupaten Sumbawa