Deltanewsroom | Sumbawa, 8 September 2026 – Persoalan stunting di Kabupaten Sumbawa kembali menjadi perhatian pemerintah daerah menyusul masih tingginya jumlah balita yang mengalami gangguan pertumbuhan tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menilai upaya penanganannya membutuhkan kerja bersama lintas sektor, tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan.
Hal itu disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, ketika membuka Refreshment Training Tatalaksana Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Malnutrisi bagi dokter serta petugas gizi puskesmas, Selasa (8/9/2026), di Ballroom La Grande Sumbawa.
Menurut Bupati Jarot, stunting memiliki dampak yang panjang terhadap tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi gangguan pertumbuhan dan perkembangan, lebih mudah terserang penyakit, serta dapat mengalami keterbatasan produktivitas ketika memasuki usia dewasa.
Karena itu, ia memandang penanganan stunting tidak semata-mata sebagai persoalan medis, melainkan bagian dari investasi pembangunan daerah dalam jangka panjang. Intervensi juga perlu dilakukan sejak hulu dengan melibatkan berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Urgensi tersebut tergambar dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Angka stunting yang berada di kisaran 25 persen pada 2023 tercatat meningkat menjadi 29 persen pada 2024. Sementara pada 2026, sebanyak 3.325 balita tercatat mengalami stunting, atau bertambah 113 balita.


Data itu, menurut Bupati Jarot, menjadi pengingat agar upaya pemerintah tidak hanya diarahkan kepada anak yang telah mengalami stunting. Langkah pencegahan perlu diperkuat agar faktor risiko dapat ditekan sebelum berdampak terhadap tumbuh kembang anak.
Dalam konteks tersebut, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian penting. Pelatihan yang diikuti dokter dan petugas gizi dari 26 puskesmas se-Kabupaten Sumbawa tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus stunting dan malnutrisi secara lebih tepat.
Bupati Jarot turut menyampaikan penghargaan kepada jajaran tenaga kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, rumah sakit hingga puskesmas, atas pelayanan yang terus diberikan kepada masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT Sarihusada Generasi Mahardika yang selama tiga tahun terakhir turut mendukung Kabupaten Sumbawa, termasuk melalui program CSR untuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan balita stunting. “Semoga ke depannya kita masih akan terus meningkatkan kerja sama, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa,” harapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa H. Syarif Hidayat, SKM., MPH, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Dr. dr. Nur Aisyah, Sp.A, Direktur PT Sarihusada Generasi Mahardika, dokter spesialis anak, serta para fasilitator dan narasumber.(red)
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tim Redaksi