Bupati Jarot Ajak Semua Pihak Perkuat Kolaborasi Pengurangan Risiko Bencana Dukung Sumbawa Hijau Lestari

Deltanewsroom | Sumbawa, 6 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya membangun daerah yang tangguh terhadap bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Workshop Pertemuan Koordinasi Multi Pihak Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa bertema “Penguatan Kolaborasi Ketangguhan Desa dalam Mendukung Implementasi Sumbawa Hijau Lestari” di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (6/8).

Kegiatan tersebut dihadiri kepala perangkat daerah, jajaran FPRB Kabupaten Sumbawa, akademisi, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan. Workshop ini menjadi forum untuk memperkuat sinergi dalam pengurangan risiko bencana sekaligus mendukung implementasi Program Sumbawa Hijau Lestari melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Dalam laporannya yang dibacakan Wakil Ketua I FPRB Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, S.H., disampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 73 peserta dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, dan berbagai stakeholder. Pertemuan tersebut bertujuan membangun komitmen bersama dalam meningkatkan ketangguhan desa melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau relawan kebencanaan. Menurutnya, budaya mitigasi harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dengan membiasakan tindakan cepat terhadap setiap potensi bencana yang ditemukan di lingkungan sekitar.

“Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bergerak. Ketika melihat potensi bahaya, segera lakukan tindakan. Itulah budaya mitigasi yang harus kita bangun bersama,” tegas Bupati.

Sebagai langkah konkret, Bupati menginstruksikan seluruh pemerintah desa di Kabupaten Sumbawa untuk rutin melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai potensi bencana. Ia menilai langkah sederhana tersebut mampu mengurangi risiko banjir, longsor, maupun bencana lain yang dipicu oleh kerusakan lingkungan.

Bupati juga menjelaskan bahwa Program Sumbawa Hijau Lestari merupakan bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan, melindungi sumber mata air, mengelola sampah, serta melestarikan kawasan mangrove sebagai benteng alami pesisir.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pengawasan terhadap praktik pembalakan liar melalui pembentukan Satgas Hutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan hutan dan mengurangi risiko bencana ekologis. Menurut Bupati, pembangunan daerah hanya dapat berlangsung secara berkelanjutan apabila berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan dan membangun budaya mitigasi di tengah masyarakat. Ia optimistis sinergi yang semakin kuat akan menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah yang tangguh menghadapi bencana, memiliki lingkungan yang lestari, serta mampu mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.(red)

Reporter: Muhammad Irsan
Penulis & Editor: Tim Redaksi