Deltanewsroom | Sumbawa, 2 Juli 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan yang digelar di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Rakornas bertema “Akselerasi PKPN Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan” tersebut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, serta para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam arahannya, Menteri Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa rakornas menjadi forum konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pelaksanaan enam Program Kerja Prioritas Nasional sektor kelautan dan perikanan. Program tersebut meliputi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan budidaya ikan darat tematik, swasembada garam nasional, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, serta modernisasi ribuan kapal perikanan.


Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan komitmen DPR RI dalam mendukung pelaksanaan program prioritas KKP melalui fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan. Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkat dari Rp13 triliun pada 2026 menjadi Rp15,6 triliun pada 2027.
Usai mengikuti rakornas, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang swasembada pangan nasional.
“Alhamdulillah, hari ini saya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta bersama Pak Menteri Ir. Sakti Wahyu Trenggono dan Bu Titiek selaku Ketua Komisi IV DPR RI,” ujar Bupati.
Menurutnya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang harus terus dioptimalkan. Salah satu buktinya, Sumbawa menyumbang sekitar 71,51 persen produksi udang Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 14,78 persen produksi udang nasional.
Selain itu, tiga desa di Kabupaten Sumbawa, yakni Desa Labuhan Alas, Desa Labuhan Mapin, dan Desa Pulau Kaung, telah ditetapkan sebagai lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026. Bupati menilai hal tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Kabupaten Sumbawa siap mengambil peran aktif dengan mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang kita miliki,” tegasnya.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan segera menindaklanjuti hasil rakornas melalui koordinasi bersama perangkat daerah agar program pembangunan di sektor kelautan dan perikanan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Ia berharap implementasi berbagai program prioritas tersebut mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa.(red)
Reporter: Muhammad Irsan
Penulis & Editor: Tim Redaksi