Deltanewsroom | Sumbawa Besar, 23 Juni 2026 – Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut (PPKWPL) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, Selasa (23/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) RI ke Provinsi Nusa Tenggara Barat pada awal Juli mendatang.
Dalam agenda tersebut, Direktur PPKWPL didampingi langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., meninjau sejumlah lokasi penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Sumbawa. Salah satu lokasi yang menjadi fokus peninjauan adalah kawasan Mangrove Naga Sira di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara.
Kawasan Mangrove Naga Sira dikenal sebagai salah satu hamparan mangrove terbesar di Kabupaten Sumbawa dengan luas mencapai sekitar 80 hektare. Selain berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang laut, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga dan mengembangkan kawasan mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.


“Kabupaten Sumbawa memiliki sekitar 8.000 hektare kawasan mangrove yang tersebar di berbagai wilayah pesisir. Keberadaan mangrove ini sangat penting bagi kelestarian lingkungan, perlindungan pantai, serta keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkannya melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” ujar Bupati Jarot.
Menurut Bupati, penguatan ekosistem mangrove tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor ekowisata dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi dan perubahan iklim, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Kami ingin kawasan-kawasan mangrove di Sumbawa dapat menjadi contoh keberhasilan pelestarian lingkungan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Direktur PPKWPL bersama rombongan juga meninjau kondisi kawasan serta berbagai upaya rehabilitasi dan penanaman mangrove yang telah dilakukan. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengendalian pencemaran serta pelestarian wilayah pesisir dan laut.
Melalui kunjungan tersebut, Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sebagai aset penting daerah sekaligus warisan lingkungan yang harus dijaga untuk generasi mendatang (red).
Reporter: Muhammad Irsan
Penulis & Editor: Tim Redaksi