Deltanewsroom| Sumbawa, 22 Juni 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka kegiatan Kemah Bhakti dan Lomba Palang Merah Remaja (PMR) Ke-III Tahun 2026 tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Rencana Pondok Pesantren Al-Hakim Yayasan Muhammad Nur Jamal, Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Senin (22/6), dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Batulanteh, Komisioner KPU Kabupaten Sumbawa, Ketua PMI Kabupaten Sumbawa beserta jajaran, para kepala desa, kepala sekolah, pembina PMR, serta seluruh peserta kegiatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Amir Ali, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 252 peserta yang berasal dari 7 SMP/MTs dan 9 SMA/SMK di Kabupaten Sumbawa. Seluruh peserta didampingi oleh 16 pembina dan pelatih. Kegiatan ini akan berlangsung selama 22–28 Juni 2026 dengan berbagai perlombaan dan aktivitas kepalangmerahan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, karakter kepemimpinan, serta semangat kesukarelawanan.
Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa Kemah Bhakti dan Lomba PMR bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, melalui kegiatan PMR, para pelajar dilatih untuk bekerja sama, disiplin, menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.


Bupati juga menekankan pentingnya peran PMR di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan tumbuhnya empati dan rasa kemanusiaan agar generasi muda tidak kehilangan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki berbagai potensi sekaligus tantangan, termasuk risiko bencana alam seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran lahan. Karena itu, diperlukan generasi muda yang tangguh, sigap, terampil, serta memiliki jiwa kemanusiaan yang kuat untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.
“Anak-anak PMR harus menjadi generasi yang siap siaga, peduli, dan mampu hadir membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Kepada seluruh peserta, Bupati juga berpesan agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi menjadikan kegiatan ini sebagai sarana memperluas persahabatan, menambah pengalaman, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Ia turut memberikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Sumbawa, para pembina, guru, relawan, dan panitia yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan generasi muda di bidang kesehatan, kebencanaan, dan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Menutup sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot secara resmi membuka Kemah Bhakti dan Lomba PMR Ke-III Tahun 2026, seraya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat luas bagi peserta maupun masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Reporter: Muhammad Irsan
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Berita Foto: Dokumentasi Prokopim Sumbawa