Deltanewsroom | Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menunjukkan empati dan perhatian pemerintah daerah dengan melayat ke rumah duka almarhum M. Solikin, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran di Kecamatan Alas. Kehadiran Wakil Bupati menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam suasana duka, Wakil Bupati menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada keluarga almarhum yang telah kehilangan anggota keluarganya dalam tugas kemanusiaan.
Almarhum M. Solikin diketahui gugur saat berupaya memadamkan kebakaran besar yang melanda permukiman warga di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas dinilai sebagai pengabdian yang tinggi bagi keselamatan masyarakat, sekaligus menjadi kehilangan besar bagi jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Usai melayat, Wakil Bupati melanjutkan agenda dengan meninjau langsung lokasi kebakaran di Kecamatan Alas. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan darurat bagi warga terdampak berjalan cepat dan terkoordinasi. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran.
Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu dini hari, 22 Maret 2026 sekitar pukul 00.15 WITA di RW 001 Dusun Pok, Desa Kalimango. Api pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga dan dengan cepat membesar sehingga warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.


Proses pemadaman melibatkan sejumlah unit Damkar dari Kecamatan Alas, Kecamatan Utan, serta dukungan dari Damkar Kabupaten Sumbawa. Setelah upaya pemadaman intensif selama kurang lebih tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Dampak kebakaran tercatat cukup besar. Sedikitnya 31 unit rumah mengalami kerusakan berat akibat terbakar, sementara lima unit rumah lainnya mengalami kerusakan sedang. Secara keseluruhan, sekitar 36 unit rumah terdampak dengan jumlah warga yang terkena dampak mencapai 129 jiwa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera membentuk posko tanggap darurat serta mengerahkan berbagai organisasi perangkat daerah untuk membantu masyarakat di lokasi terdampak. Bantuan logistik dan kebutuhan dasar juga mulai disalurkan untuk mendukung kebutuhan para korban.
Beberapa kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga antara lain penyediaan dapur umum, bahan makanan pokok, terpal, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, tempat tidur lipat, matras, serta pasokan air bersih.
Upaya penanganan darurat turut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, Dinas Sosial, tenaga kesehatan dari puskesmas, pemerintah desa dan kecamatan, Pramuka, relawan kebencanaan, serta dukungan masyarakat setempat.
Kehadiran Wakil Bupati di tengah keluarga almarhum petugas pemadam kebakaran serta masyarakat terdampak menjadi simbol kehadiran pemerintah daerah dalam situasi darurat dan duka. Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan proses penanganan darurat hingga tahap pemulihan akan terus dilakukan secara terkoordinasi agar kebutuhan warga terdampak dapat tertangani dengan baik. (Delta)