Bupati Jarot Safari Ramadan di Batulanteh, Tekankan Peran Strategis Hutan bagi Masa Depan Sumbawa

Deltanewsroom | Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali melaksanakan rangkaian Safari Ramadan 2026, yang kali ini dipusatkan di Masjid Nurul Hidayah, Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Rabu (04/03/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala perangkat daerah, Camat Batulanteh, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Kelungkung, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan oleh Ustadz Hilaluddin, S.S. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa nikmat paling berharga yang dimiliki manusia adalah nikmat iman. Ia mengajak jamaah untuk senantiasa memperbanyak istighfar sejak dini sebagai bentuk kesadaran spiritual dan upaya memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Menurutnya, kekuatan iman menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan, termasuk tantangan sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Dengan iman yang kuat, masyarakat diharapkan mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati telah menjalankan amanah memimpin Kabupaten Sumbawa selama satu tahun empat belas hari. Selama periode tersebut, pemerintah daerah terus mendorong berbagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan daerah, termasuk di bidang lingkungan hidup.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Hutan, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Sumbawa.

Bupati Jarot menegaskan bahwa Kecamatan Batulanteh memiliki posisi yang sangat penting bagi keberlanjutan Kabupaten Sumbawa. Ia menggambarkan kawasan hutan Batulanteh sebagai “jantung” daerah, karena memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekologi.

“Batulanteh adalah jantungnya Sumbawa. Jika jantung terganggu, maka seluruh tubuh akan merasakan dampaknya. Begitu juga dengan kawasan ini. Gangguan kecil saja dapat memberi dampak besar bagi daerah,” ujarnya.

Secara ekologis, lanjut Bupati, kawasan Batulanteh berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang menopang sistem pertanian dan kehidupan masyarakat di wilayah hilir. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Sebagai upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong gerakan penanaman pohon bernilai ekonomis tinggi, seperti sengon laut, kemiri, dan kopi. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan upaya konservasi lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyalurkan bantuan pembangunan sebesar Rp25 juta untuk Masjid Nurul Hidayah. Selain itu, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa menyerahkan 10 mushaf Al-Qur’an, sementara BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyalurkan 20 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial pemerintah daerah agar semangat Ramadan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui kepedulian dan solidaritas sosial terhadap sesama.

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga lingkungan dan membangun daerah secara berkelanjutan. (Delta)