Wabup Ansori Tutup Bimtek SiRUP 2026, Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Sejak Tahap Perencanaan

Deltanewsroom | Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Penginputan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (9/2/2026).

Bimtek yang diselenggarakan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Sumbawa ini diikuti para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Admin RUP dari seluruh perangkat daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, kepala OPD, camat, serta lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST., M.M.Inov, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan telah berlangsung pada 2–5 Februari 2026 dan berjalan lancar. Peserta berasal dari 32 perangkat daerah, 24 kecamatan, 26 UPT Puskesmas, sembilan bagian di lingkup Setda, serta sembilan kelurahan.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini progres penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) telah mencapai 73,6 persen. Pihaknya mendorong seluruh OPD agar segera menuntaskan penginputan hingga mencapai 100 persen sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ansori menekankan bahwa Bimtek SiRUP bukan sekadar agenda teknis administratif, melainkan bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan terencana dan terukur pada tahun anggaran 2026.

“Perencanaan anggaran harus diselesaikan dengan sungguh-sungguh. Ini bukan hanya urusan internal pemerintah daerah, tetapi juga menjadi perhatian aparat pengawas, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi. Setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Wabup juga mengingatkan bahwa transparansi harus dimulai sejak tahap perencanaan, bukan hanya pada saat pelaksanaan dan pelaporan anggaran. Menurutnya, keterbukaan informasi kini menjadi tuntutan publik seiring meningkatnya pengawasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

“Gerak dan kerja perangkat daerah hari ini sangat mudah dipantau. Karena itu, saya minta pengguna anggaran, PPK, dan unsur perencanaan segera menuntaskan seluruh program kerja. Jika tidak tuntas, itu akan menjadi pertanyaan, bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari aparat pengawas,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketertiban dalam perencanaan akan menentukan kualitas pelaksanaan program di lapangan. Perencanaan yang matang, akurat, dan tepat waktu dinilai sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah.

Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih disiplin, rapi, dan bertanggung jawab dalam menyusun serta menginput dokumen perencanaan pengadaan.

“Dengan perencanaan yang tertib dan transparan, kita optimistis Kabupaten Sumbawa dapat terus bergerak menuju daerah yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (Delta)