Deltanewsroom | Sumbawa, 7 Mei 2026 – Bupati Sumbawa memimpin rapat koordinasi terkait penyerapan hasil panen jagung sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di Kabupaten Sumbawa. Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menghadapi masa panen raya jagung yang tengah berlangsung di berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik. Dengan demikian, harga jagung tetap stabil dan petani tidak mengalami kerugian.
Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk aktif melakukan pemantauan di lapangan serta memperkuat koordinasi guna mengantisipasi berbagai kendala selama masa panen raya. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh unsur OPD terkait, termasuk Bappeda Kabupaten Sumbawa, serta pihak-pihak lainnya guna merumuskan langkah strategis dalam mendukung penyerapan hasil panen jagung petani di Kabupaten Sumbawa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya terkait harga, tetapi juga kepastian penyerapan hasil panen. Menurutnya, pada tahun sebelumnya belum terdapat kejelasan mekanisme penyerapan jagung dari daerah seperti Sumbawa. Selain itu, keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan menjadi tantangan tersendiri. Bulog saat itu diminta menjaga stabilitas harga, namun kapasitas gudang yang tersedia belum memadai sehingga harus mencari dan menyewa gudang tambahan agar proses penyerapan tetap berjalan.
“Dalam kondisi seperti itu tentu tidak mudah menegakkan harga pemerintah di lapangan. Namun alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, kondisi perlahan bisa diperbaiki,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang terus mendorong agar kebijakan harga pembelian pemerintah dapat diterapkan secara optimal. Meski pada awalnya menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi kapasitas gudang maupun kemampuan penyerapan Bulog, namun seiring waktu sistem mulai berjalan lebih baik dan normal.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk jajaran kepolisian, TNI, Bulog, dinas terkait, serta para pelaku usaha yang telah bersama-sama menjaga stabilitas kondisi tahun ini. Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, situasi saat ini jauh lebih kondusif. Jika sebelumnya banyak keluhan masyarakat dan petani terkait harga dan penyerapan, kini gangguan yang muncul dinilai tidak terlalu signifikan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, luas panen jagung pada bulan Mei diperkirakan mencapai sekitar 570 hektare dengan potensi produksi sekitar 3.000 ton. Jumlah tersebut tidak sebesar bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan Juni, produksi diperkirakan sekitar 1.900 ton dan kembali meningkat pada Juli menjadi sekitar 3.000 ton.
Sementara itu, kondisi gudang penyimpanan saat ini dinilai relatif aman. Kapasitas gudang yang tersedia masih cukup besar dan stok yang ada belum penuh. Beberapa gudang swasta maupun mitra penyerapan juga masih memiliki ruang penyimpanan yang memadai. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu ketika keterbatasan gudang menjadi salah satu persoalan utama.
Data serapan Bulog Sumbawa menunjukkan target penyerapan sekitar 9.600 ton dan hingga saat ini telah terealisasi sekitar 6.500 ton. Artinya, masih terdapat ruang untuk peningkatan penyerapan, namun secara umum kondisi penyerapan dan penyimpanan masih terkendali.
Karena itu, pertemuan tersebut difokuskan untuk melihat kondisi aktual di lapangan, baik dari sisi harga, penyerapan, maupun kapasitas gudang. Bupati juga bersyukur karena hingga saat ini masyarakat tidak banyak menyampaikan keluhan terkait harga jagung.
“Harapan kita sederhana, jangan sampai persoalan baru muncul ketika kondisi sebenarnya masih bisa dikendalikan. Kita ingin menjaga agar harga tetap stabil, penyerapan berjalan baik, petani terlindungi, dan pelaku usaha tetap bisa menjalankan usahanya dengan baik. Semua ini hanya dapat tercapai apabila komunikasi dan koordinasi antar pihak terus dijaga,” tutup Bupati.
Reporter : Muhammad Irsan
Penulis: Fenna Aksara
Editor: Randi Pratama Putra

