Deltanewsroom | Sumbawa Besar, 13 Mei 2026 – Magna Selekta Institute mulai mempersiapkan tenaga surveyor dan berbagai instrumen penelitian setelah memperoleh dukungan pendanaan hibah dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk pelaksanaan penelitian bertajuk “Survei Indeks Kepuasan Masyarakat Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik di Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.”
Penelitian yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Magna Selekta Institute tersebut didanai melalui skema hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan, pemahaman, serta partisipasi masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Direktur Magna Selekta Institute, Joni Firmansyah, S.IP., M.I.P., mengatakan bahwa penelitian ini diharapkan mampu menjadi instrumen ilmiah dalam memberikan gambaran objektif mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
“Penelitian ini tidak hanya bertujuan mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, tetapi juga untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memahami berbagai program pemerintah serta berpartisipasi dalam proses pembangunan daerah. Hasil penelitian nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi yang komprehensif bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat,” ujar Joni.

Sebagai bagian dari tahapan penelitian, Magna Selekta Institute telah menyiapkan berbagai instrumen penelitian yang meliputi perekrutan dan pelatihan tenaga surveyor, penyusunan kuesioner penelitian, serta penetapan lokasi penelitian yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
Ketua Metodologi Magna Selekta Institute, Rachmat Wasqita, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian akan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2026. Menurutnya, proses pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan pendekatan metodologi yang menjamin keterwakilan seluruh kelompok masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
“Responden penelitian berasal dari masyarakat Kabupaten Sumbawa yang telah berusia minimal 17 tahun dan memiliki KTP, maupun yang sudah menikah. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 800 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. Penentuan sampel menggunakan metode Multistage Random Sampling atau pengambilan sampel bertingkat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara representatif,” jelas Rachmat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa metode tersebut dipilih untuk memastikan setiap wilayah memiliki peluang yang sama untuk menjadi bagian dari penelitian, sehingga data yang dihasilkan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi.
Melalui penelitian ini, Magna Selekta Institute berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan daerah berbasis data dan bukti empiris. Hasil survei nantinya akan menjadi salah satu referensi penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyusun program pembangunan dan strategi peningkatan pelayanan publik yang lebih efektif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.