Deltaewsroom | Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan kebencanaan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai respons atas bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah tersebut.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, dan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB, Erry Prawisuda, SE. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung penanganan dampak banjir dan angin puting beliung akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa bantuan yang diterima akan segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Ia menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi telah menyebabkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengalami banjir serta angin puting beliung.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima bantuan dari BNPB pusat. Bantuan ini akan segera kami salurkan kepada masyarakat, mengingat beberapa kecamatan terdampak banjir dan angin puting beliung akibat curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Bupati.


Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Selain penanganan darurat, Bupati juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan bencana ke depan melalui upaya pelestarian lingkungan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana. Pemerintah daerah, kata dia, secara bertahap akan mengarahkan pengelolaan kawasan hutan di wilayah miring melalui penanaman pohon yang lebih sesuai untuk menjaga keseimbangan alam.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, banjir akibat curah hujan tinggi telah berdampak pada 17 kecamatan, 24 desa, dan 6 kelurahan.
BPBD Kabupaten Sumbawa juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta lebih waspada, terutama bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.