Deltanewsroom | Sumbawa, 27 Mei 2026 – Puncak peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kelurahan Brangbiji berlangsung khidmat. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membaur bersama ribuan warga dalam pelaksanaan ibadah Shalat Id di Masjid Darussalam, Kabupaten Sumbawa, Rabu (27/5/2026) pagi.
Kehadiran orang nomor dua di Bumi Sabalong Samawa ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyuarakan penguatan kepedulian sosial di tengah tantangan pembangunan daerah.
Rangkaian ibadah tersebut diakhiri dengan prosesi simbolis pemotongan hewan kurban berupa satu ekor sapi bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia. Sapi kurban kepresidenan dengan bobot super mencapai 1 ton 40 kilogram tersebut diserahkan langsung secara kolaboratif oleh Bupati Sumbawa bersama Wakil Bupati H. Mohamad Ansori kepada pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Darussalam guna didistribusikan secara meluas kepada masyarakat yang berhak menerima.
Penyerahan bantuan strategis ini disaksikan langsung oleh para pemangku kebijakan daerah, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Sekretaris Daerah, Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Camat Sumbawa, serta sejumlah kepala OPD teknis di lingkungan pemerintah kabupaten.


Berdasarkan rilis data yang dihimpun dari sebaran wilayah, antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban tahun ini tergolong sangat tinggi. Total hewan kurban di seluruh Kabupaten Sumbawa tercatat menembus angka 2.229 ekor, yang secara rinci terdiri atas 1.685 ekor sapi, 487 ekor kambing, dan 57 ekor kerbau. Angka statistik yang signifikan ini dinilai mencerminkan masih kokohnya sendi gotong royong serta kolektivitas sosial masyarakat Sumbawa.
Dalam orasi keagamaan yang disampaikan di mimbar, Wabup H. Mohamad Ansori mengingatkan jemaah bahwa esensi Idul Adha melampaui batas seremonial tahunan belaka. Menurutnya, momentum teologis ini merupakan pangkal utama untuk mengonfirmasi kembali jiwa kepasrahan, kepedulian, dan kerelaan menyisihkan sebagian rezeki demi kepentingan kolektif.
“Kemuliaan hidup sama sekali tidak diukur dari tolok ukur akumulasi materi yang kita miliki secara pribadi, melainkan dari sejauh mana kadar keikhlasan kita untuk berbagi kemanfaatan dan berkorban demi tegaknya kemaslahatan bersama,” tegas H. Ansori di hadapan jemaah.
Beliau juga memaparkan bahwa napas keteladanan yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menanamkan pesan penting mengenai makna kepatuhan vertikal kepada Pencipta, ketulusan internal, serta kerelaan menomorsatukan kemaslahatan umum yang jauh lebih besar di atas ego pribadi.
Di samping itu, Wabup turut menaruh atensi mendalam atas pelaksanaan ibadah haji dengan mengajak jemaah melangitkan doa bersama bagi kelancaran 330 jemaah calon haji asal Kabupaten Sumbawa yang sedang berikhtiar di Tanah Suci. Pemkab berharap para jemaah senantiasa dianugerahi perlindungan fisik, kelancaran rukun haji, hingga kembali ke daerah asal sebagai haji mabrur. Senada dengan itu, ia juga melayangkan ungkapan belasungkawa mendalam atas berpulangnya salah satu jemaah haji asal Sumbawa di Mekah, sebagai pengingat hakiki akan kefanaan hidup manusia.
Sebagai penutup dari sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat untuk merekatkan kembali rajutan persatuan, kohesi sosial, dan rasa kebersamaan. Modal sosial yang kuat tersebut dipandang sebagai fondasi mutlak dalam mengawal laju roda pembangunan daerah menuju Sumbawa yang unggul, berdaya saing, sejahtera, serta berkarakter baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (red)
Penulis & Editor: Tim Redaksi
Sumber foto : Prokopim Sumbawa