Bupati Jarot dan Sekolah Pilar Muda Satukan Gagasan untuk Masa Depan Sumbawa

Deltanewsroom | Sumbawa, 22 Mei 2026 – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menghadiri Public Hearing bersama Sekolah Pilar Muda yang digelar di Aula H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (22/5). Kegiatan yang digagas bersama H. Johan Rosihan dan MY Institute tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan daerah, khususnya isu lingkungan dan kepemudaan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua Penganggaran MPR RI H. Johan Rosihan, ST., M.H., pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran pemerintah daerah, kepala Sekolah Pilar Muda, perangkat daerah, serta 19 delegasi pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan itu, para delegasi membacakan rekomendasi hasil sidang Sekolah Pilar Muda yang menyoroti sejumlah persoalan daerah, mulai dari persoalan persampahan, krisis regenerasi petani, alih fungsi kawasan hutan, aktivitas pertanian, hingga mitigasi banjir di daerah aliran sungai.

Menanggapi berbagai rekomendasi tersebut, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kepedulian generasi muda terhadap masa depan daerah.

Menurut Bupati, gagasan yang lahir dari para peserta Sekolah Pilar Muda menunjukkan bahwa generasi muda Sumbawa memiliki perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan daerah.

“Saya merasa senang mendengar seluruh rekomendasi yang disampaikan adik-adik Sekolah Pilar Muda. Ide-ide ini muncul di saat yang tepat dan sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan. Saya ingin menghijaukan Sumbawa melalui Program Sumbawa Hijau Lestari,” ungkap Bupati Jarot.

Ia menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya, pemerintah daerah fokus pada upaya pemulihan kawasan hutan dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian penting pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Bahkan, pemerintah daerah telah membentuk Satgas Pelindungan dan Pengamanan Hutan yang bekerja selama 24 jam untuk mencegah pembukaan lahan baru di kawasan hutan, termasuk untuk aktivitas penanaman jagung.

Menurut Bupati, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mengawal arah pembangunan daerah agar tetap berpihak pada masa depan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Penganggaran MPR RI H. Johan Rosihan, ST., M.H., menyampaikan bahwa Public Hearing tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya dialog antara generasi muda dan pemerintah daerah.

Ia berharap gagasan yang lahir dari Sekolah Pilar Muda tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan peserta terkait isu lingkungan, pertanian, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan dan masa depan Sumbawa. (red).

Reporter: Muhammad Irsan
Penulis dan Editor: Tim Redaksi