Deltanewsroom | Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung program prioritas nasional kembali ditegaskan melalui peresmian Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brang Bara II di Panto Daeng, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Minggu (1/3/2026).
Peresmian tersebut merupakan bagian dari implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan target 90 juta penerima manfaat secara nasional, meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga anak usia dini.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan bahwa kehadiran Dapur MBG Brang Bara II bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam membangun generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Sumbawa.
“Alhamdulillah, dapur MBG Brang Bara II hari ini resmi dilaunching. Mari kita jaga dapur ini dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak sekolah kita,” ujarnya.


Bupati yang akrab disapa H. Jarot itu mengungkapkan bahwa cakupan program MBG di Kabupaten Sumbawa saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dari total kebutuhan. Meski demikian, ia optimistis target tersebut akan terpenuhi secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah, legislatif, serta dukungan masyarakat.
Menurutnya, program MBG memiliki sedikitnya empat dampak strategis. Pertama, menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial sejak dini. Kedua, menjamin pemenuhan gizi generasi penerus secara merata. Ketiga, membuka lapangan pekerjaan baru, di mana satu unit SPPG mampu menyerap 44 hingga 50 tenaga kerja dengan penghasilan di atas UMP. Keempat, menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“Ini bukan hanya soal makan gratis, tetapi tentang membangun kualitas sumber daya manusia dan menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya. Lebih lanjut, Bupati Jarot menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa mendapatkan program unggas terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp1,3 triliun. Investasi tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menjamin keberlanjutan pasokan bahan pangan bergizi bagi program MBG secara mandiri dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program sosial jangka pendek, melainkan strategi besar membangun ekosistem pangan daerah, memperkuat kemandirian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah berbagai dinamika dan perdebatan publik mengenai program MBG, ia menekankan pentingnya profesionalisme pengelolaan dapur serta penerapan standar kebersihan dan higienitas yang ketat.
“Dapur MBG harus menjadi contoh. Kebersihan harus dijaga, makanan harus higienis dan bergizi. Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pesannya.
Peresmian tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) Mori Hanafi serta Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry. Kehadiran para legislator tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan lintas lembaga dalam menyukseskan program strategis nasional di daerah.
Dengan beroperasinya Dapur MBG Brang Bara II, diharapkan cakupan layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Sumbawa semakin luas dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas generasi muda. (Delta)