Resmikan Preservasi Jalan Strategis, Bupati Sumbawa Perkuat Akses Wilayah Selatan

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi meluncurkan pelaksanaan preservasi jalan ruas Batu Dulang–Tepal yang ditandai dengan dimulainya konstruksi lanjutan di titik alih trase Brang Tereng, Selasa pagi. Agenda tersebut dirangkaikan dengan doa dan syukuran sebagai simbol dimulainya kembali pembangunan salah satu jalur strategis wilayah selatan Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa proyek ini menjadi bagian dari paket penanganan tiga ruas prioritas, yakni Batu Dulang–Tepal, Tepal–Batu Rotok, dan Lenangguar–Teladan. Ketiganya memperoleh dukungan pendanaan dari APBN melalui skema tahun jamak (multiyears) dengan total anggaran sekitar Rp385 miliar.

Menurut Bupati, skema multiyears dipilih agar pembangunan dilakukan secara komprehensif dan berstandar kualitas, bukan sekadar tambal sulam. Ia menegaskan, penguatan infrastruktur jalan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan selatan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Ruas Batu Dulang–Tepal memiliki panjang kurang lebih 27 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 20,5 kilometer telah lebih dulu tertangani, sementara tahap lanjutan mencakup pembangunan sepanjang 8,1 kilometer termasuk alih trase di Brang Tereng sepanjang sekitar 700 meter.

Bupati Jarot mengungkapkan, proyek ini sebelumnya sempat keluar dari daftar prioritas pemerintah pusat. Namun melalui komunikasi dan koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa di tingkat pusat, serta dukungan masyarakat, program tersebut akhirnya dapat direalisasikan kembali. Ia juga menegaskan bahwa Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang memperoleh dukungan melalui program Inpres Jalan Daerah.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa ruas ini merupakan bagian dari sistem konektivitas selatan sepanjang kurang lebih 93 kilometer yang menghubungkan Batu Dulang, Lenangguar, Teladan, Orong Telu hingga Batu Rotok di Kecamatan Batulanteh. Dengan akses jalan yang semakin memadai, distribusi logistik diharapkan lebih lancar, biaya transportasi menurun, serta membuka peluang pengembangan ekonomi, termasuk sektor agrowisata dan komoditas unggulan seperti kopi Batulanteh.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah NTB Rikson, ST., MT., menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan tersebut. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi, termasuk dalam penyelesaian persoalan lahan, agar ruas strategis lainnya segera memasuki tahap tender dan konstruksi.