Deltanewsroom | Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memimpin langsung Aksi Penanaman Pohon Tahap X yang digelar di Desa Mata, Kecamatan Tarano, Sabtu pagi. Kegiatan ini melibatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran kepala OPD, camat, para kepala desa, pelajar, serta masyarakat setempat sebagai wujud kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan.
Berlokasi di wilayah perbatasan Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu, aksi tersebut difokuskan pada rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman ribuan pohon buah-buahan dan tanaman bernilai ekonomis tinggi. Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memulihkan fungsi hutan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Dalam arahannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa gerakan pelestarian lingkungan tidak bersifat seremonial, melainkan akan terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menilai kondisi hutan Sumbawa saat ini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.


Menurut Bupati, kerusakan hutan telah membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat, mulai dari berkurangnya sumber mata air hingga rusaknya infrastruktur akibat banjir dan longsor. “Hutan kita sudah banyak tergerus. Dampaknya mulai kita rasakan bersama, mata air menghilang, jalan rusak, bahkan jembatan putus. Ini menjadi pengingat bahwa alam harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk Satuan Tugas Penyelamatan Hutan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta instansi terkait lainnya. Satgas ini bertugas melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan.
Bupati Jarot juga menekankan pentingnya peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Ia mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan praktik penebangan liar yang ditemukan di lapangan. “Kalau ada yang menebang pohon secara ilegal, segera laporkan. Satgas akan turun dan menindak,” tegasnya.
Melalui aksi penanaman pohon ini, Bupati berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin tumbuh bahwa menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan generasi mendatang. (Delta)