Deltanewsroom |Upaya menjaga kelestarian hutan dan keberlanjutan sumber mata air terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui Safari Penanaman Pohon ke-9 yang dipimpin langsung Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, di Desa SP-2 Prode, Kecamatan Plampang, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala OPD, Camat Plampang, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat yang tampak antusias mengikuti proses penanaman.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa penanaman pohon sengon laut dan tanaman buah-buahan merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Pada kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sekitar 17.000 pohon sengon laut, serta sejumlah pohon nangka dan alpukat.


Menurut Bupati, gerakan penghijauan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Meski dihadapkan pada keterbatasan bibit serta waktu persiapan yang dilakukan di pertengahan musim hujan, pelaksanaan program tetap berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan rencana keberlanjutan penanaman di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Plampang, termasuk kawasan SP-1, SP-2, SP-3 hingga Ale.
Lebih lanjut, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan agenda penghijauan lanjutan pada tahun depan dengan menanam jambu mete, kemiri, serta menerapkan pola tanam tumpang sari dan porang. Program tersebut dirancang tidak hanya untuk memperkuat ketahanan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Bupati Sumbawa menekankan bahwa gerakan menanam pohon bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian dari visi besar menjadikan Sumbawa sebagai daerah yang hijau, produktif, dan tangguh terhadap ancaman kekeringan. Ia meyakini, kelestarian hutan akan berbanding lurus dengan terjaganya sumber mata air dan menurunnya risiko bencana lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan menghentikan praktik penebangan liar. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengawasan tidak hanya berada di tangan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian kolektif seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan lingkungan dan masa depan Sumbawa. (Delta)