Isi HUT ke-67, Pemkab Sumbawa Perkuat Pembangunan Spiritual Lewat Tabligh Akbar

Deltanewsroom | Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Tabligh Akbar di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Jumat malam, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa. Kegiatan keagamaan ini menghadirkan penceramah nasional KH. Ahmad Nurul Huda Haem, yang akrab disapa Kyai Enha, dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Kepala OPD, Ketua PCNU Sumbawa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Sejak awal acara, masjid tampak dipadati jamaah yang antusias mengikuti tabligh akbar sebagai momentum refleksi spiritual di hari jadi daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa peringatan HUT Kabupaten Sumbawa tidak semestinya hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan hiburan semata, melainkan harus menjadi ruang perenungan bersama untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak. Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan menuntut keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual.

Bupati juga mengingatkan kembali falsafah hidup masyarakat Sumbawa, Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge—takut kepada Allah dan malu berbuat keburukan—sebagai fondasi moral yang harus terus dijaga di tengah dinamika perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Ia menilai tantangan zaman saat ini tidak hanya berkaitan dengan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut nilai, adab, dan karakter masyarakat.

“Masjid bukan sekadar bangunan, tetapi pusat peradaban. Pengajian bukan hanya rutinitas, melainkan ruang penyadaran. Dan tabligh akbar ini adalah ikhtiar kolektif untuk kembali menguatkan hubungan kita dengan Allah SWT dan sesama manusia,” ujar Bupati.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Kyai Enha mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada Tana’ Samawa. Ia menekankan bahwa usia ke-67 Kabupaten Sumbawa merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta ketakwaan.

Menurut Kyai Enha, daerah akan senantiasa dilimpahi rahmat dan keberkahan apabila nilai-nilai keimanan dijadikan landasan dalam setiap langkah pembangunan. Ia juga memanjatkan doa agar Kabupaten Sumbawa terus menjadi daerah yang aman, rukun, makmur, dan diberkahi di usianya yang semakin matang.

Tabligh Akbar ini menjadi salah satu agenda inti dalam peringatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa, sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah untuk menempatkan nilai-nilai religius sebagai bagian penting dari arah pembangunan dan kehidupan bermasyarakat. (Delta)