Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Sumbawa melalui pelaksanaan Karnaval Budaya II yang berlangsung meriah pada Minggu (18/01/2026). Ribuan warga tampak antusias memadati sepanjang rute karnaval, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu puncak perayaan HUT Kabupaten Sumbawa tahun ini.
Karnaval Budaya II secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dari Lapangan Kodim 1607 Sumbawa dan diterima langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Lapangan Pahlawan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta diikuti berbagai organisasi masyarakat dan komunitas daerah.


Mengusung tema “Batedung Tuntang”, Karnaval Budaya II menampilkan ragam seni dan ekspresi budaya yang merefleksikan semangat kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan dalam keberagaman. Tema ini menjadi penguat pesan bahwa Tanah Samawa adalah ruang hidup bersama yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan. Sehari sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga telah menggelar Karnaval Budaya I yang diikuti oleh 24 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa dengan mengangkat tema “Kearifan Lokal.”
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menegaskan bahwa karnaval budaya merupakan gambaran miniatur Indonesia di Tanah Samawa sekaligus momentum strategis untuk memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan yang tercermin dalam karnaval ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera, melalui penguatan sumber daya manusia dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Rangkaian Karnaval Budaya II diawali dengan penampilan drumband SMP Negeri 1 Moyo Hilir, dilanjutkan arak-arakan peserta sepanjang rute menuju Lapangan Pahlawan, dan ditutup dengan berbagai atraksi seni budaya di hadapan Bupati Sumbawa. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa karnaval budaya tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang mempererat ikatan sosial dan kebanggaan terhadap identitas budaya Sumbawa.